Langsung ke konten utama

Postingan

Coret-Coret #21: Konsep Kepemilikan

 Apa itu memiliki? Pernahkah terbesit dipikiran kita tentang apa itu memiliki? mengapa manusia bisa memiliki konsep kepemilikan? 1. Kebebasan Individu Kita sebagai manusia memiliki kebebasan untuk pergi ke mana saja, melakukan apa saja, namun seiring makin banyaknya jumlah manusia maka konsep kebebasan ini mulai terbatas. Keterbatasan ini sengaja dibuat agar manusia bisa menemukan batasan-batasan tertentu dalam hidupnya agar bisa menjaga interaksi dengan alam. Bayangkan saja jika kita tidak membatasi? minyak dikeruk sampai habis, hutan tidak akan terlihat lagi, dan ya pada akhirnya alam juga lah yang membatasi kebebasan individu manusia. karena keterbatasan itu maka manusia mulai membentuk konsep kepemilikan. 2. Konsep Awal Kepemilikan Manusia awalnya hidup bebas kemana saja (no maden) hingga akhirnya menemukan konsep cocok tanam dan memutuskan untuk hidup menetap. Ini membuka konsep keterbatasan yang alam berikan kepada manusia ternyata masih bisa digeser. Kita masih bisa memprodu...

Coret-Coret #20 : Jangan tumpuk kesalahan #2

Bab 2: Ketidakterimaan Mengapa begitu sulit bagi kita untuk menerima kenyataan, lalu memilih diam dan mengubur semuanya dalam-dalam? Mungkin kita sudah bisa jujur, sudah tahu bahwa kita melakukan kesalahan. Tapi justru setelah kejujuran itu muncul, yang datang berikutnya adalah penolakan. Penolakan terhadap kenyataan. Penolakan terhadap akibat. Penolakan terhadap rasa bersalah. Kita tidak menerima karena menerima berarti berhadapan dengan luka. Menerima berarti mengakui bahwa kita adalah bagian dari masalah. Bahwa hidup tidak berjalan sesuai rencana—dan mungkin, itu karena kita sendiri yang keliru. Dan itu menyakitkan. Ketidakterimaan sering muncul dalam bentuk yang halus: Kita berkata “aku baik-baik saja” padahal tidak. Kita menyalahkan orang lain karena lebih mudah daripada melihat ke dalam diri. Kita mengatakan “semua ini sudah takdir” padahal kita tahu, ada andil kita di sana. Kadang kita menolak kenyataan karena terlalu ingin kembali ke masa lalu. Kita berharap waktu bisa diputar ...

Coret-Coret #19 : Jangan tumpuk kesalahan

BAB 1: Jujur Apa yang membuat kita takut untuk mengakui kesalahan? Kesalahan bukan sekadar hasil dari keputusan yang keliru. Ia sering kali merupakan buah dari perjalanan panjang, dari akumulasi pengalaman, nilai, dorongan, dan pilihan yang—dalam banyak kasus—tidak sepenuhnya kita sadari. Kita tidak bangun suatu pagi lalu memutuskan untuk salah. Kesalahan adalah simpang jalan yang kita lewati, terkadang dalam keadaan lelah, bingung, atau terluka. Namun sejak kecil, kita dibiasakan melihat kesalahan sebagai aib. Ketika seorang anak menjatuhkan gelas, ia dimarahi. Ketika nilai ujiannya buruk, ia dibandingkan. Ketika berkata jujur tentang sesuatu yang tidak diharapkan, ia dihukum. Maka tumbuhlah manusia yang mahir menyembunyikan, bukan memperbaiki. Yang terlatih menyalahkan orang lain, bukan bercermin. Yang takut untuk jujur, bahkan pada dirinya sendiri. Dengan mengakui kesalahan, kita tidak menjatuhkan diri—justru kita sedang membangun pondasi untuk bertumbuh. Tidak ada keutuhan tanp...

Coret-Coret #17 : Perang atau Egosentris?

 P vs I Latar Belakang Mulai dari bulan Oktober lalu serangan-serangan diluncurkan dan saling berbalas hingga hari ini. Serangan-serangan tersebut membabi buta bahkan sampai ke media sosial. Saya sepertinya tidak perlu menyebutkan identitas kedua negara yang sedang berseteru ini karena topik ini sedang hangat-hangatnya. Jadi gw udah jengah banget sama isu yang bermunculan sehingga gw ngetweet gini. Jujur, gw juga udah kesel banget sama korban-korban yg berjatuhan. Temen-temen gw banyak yang instastory tentang kesedihan mereka kehilangan orang-orang dari kubu seagama, sedangkan kalau dari kubu lawan seagamanya mereka me "mampus-mampus" kan korban Dalam pikiran gw, apa bedanya? mereka sama-sama manusia yang kalo meninggal ada keluarga, teman, kerabat yang bakal kehilangan, bersedih, dan berkabung! Dari situ gw mulai jengah dan mengirim tweet berikut. Diskusi di Tweet Salah satu temen gw ngejawab begini, gw seneng ada yang ngajak diskusi. no hurt feeling ya kalo diskusi sama gw....

Coret-Coret #16 : Patriarki Untuk Lelaki

  Patriarki untuk Laki-laki Saat artikel ini ditulis sedang ramai perbincangan video seorang manager yang melakukan kekerasan kepada anaknya. Belum diketahui pasti penyebab pasti kekerasan itu dilakukan. Tapi saya mencoba membedah ‘ meledak’ nya seorang laki-laki hingga berujung melakukan tindak kekerasan. Seperti yang diketahui seorang laki-laki memang dekat dengan kekerasan sejak kecil anak laki setidaknya pernah melakukan pemukulan maupun dipukul oleh teman sebayanya Kekerasan sudah dekat namun bukan hal yang tidak bisa dikontrol. Hal ini tentu dapat dikontrol dan tentu ada hal yang memantik orang tersebut gagal meredam kekerasan ini. Seperti yang diketahui seorang lelaki pada dunia partriarki dituntut sebagai pemberi nafkah tunggal yang bahkan banyak wanita yang terkesan tidak peduli. “asalkan lelaki itu punya uang dan bisa menghidupi saya, saya akan bersama dengan dia” Namun, tentu tidak semua wanita seperti itu. Kembali ke topik kenapa KDRT bisa terjadi? tentu karena tekanan ...

Bertahan Hidup atau Mati karena memegang prinsip

Halo semua, rasanya sudah lama sekali tidak menulis, hingga kemudian ada suatu peristiwa yang sangat menarik dan juga sedikit menyeramkan. Kejadian tersebut membuat saya berpikir apakah manusia bisa memegang prinsipnya sampai mati atau asalkan gw hidup persetan dengan prinsip. Mungkin secara konseptual kita semua akan berpikir, tentu saya akan memegang prinsip saya sampai mati tidak peduli apa yang akan terjadi bahkan jika itu mengakibatkan kita dibunuh atau terbunuh. Oke jadi untuk menjawab rasa penasaran gw, gw melakukan tweet polling di twitter gw @darus_dc dan mendapatkan 8 votes, yang hasilnya memilih mati sebanyak 25% dan yang memilih hidup 75% Voting ini membuat gw berpikir apakah yang 25% ini benar-benar ingin memilih mati dengan ego mempertahankan prinsipnya? Oke, anggap saja gw menemukan salah satu sampel orang yang menahan prinsipnya dan mendapatkan kematiannya. Kisah nyata, ada di disini :  Oknum PNS Bacok Selingkuhan hingga Tewas di Depan Ayahnya, lalu Bunuh Diri Halam...

Coret-Coret #15 : Sekolah itu relevan!

Sekolah sudah tidak relevan? Masyarakat mulai membicarakan tentang sistem sekolah yang sudah tidak relevan dengan dunia kerja. Dunia kerja yang terus menerus berkembang sedangkan sekolah yang monoton dianggap sudah tidak relevan untuk saat ini. Saya berpendapat lain, sekolah tetap relevan karena sekolah tempat pembentukan pola pikir ilmiah.                 Literasi (kemampuan penyerapan informasi) berawal di sekolah. Kita diajarkan banyak hal untuk dapat mengimplementasikan hal-hal tersebut di dunia nyata yang sebenarnya sangat digunakan. Sekolah tingkat SD sampai dengan SMA memang bukan untuk merelevansikan diri dengan dunia kerja, SMK yang dibentuk untuk relevan dengan dunia kerja lain dengan SMA yang memang masih mengajak muridnya berpikir berbagai kemungkinan yang belum ada. Kemampuan berpikir dan menghubungkan dengan kasus-kasus tertentu merupakan kemampuan yang sulit didapatkan karena dalam teor...

Coret-Coret #14: Patriarki, Perempuan yang masih terbelenggu di dalamnya (21+)

Patriarki Konsep dimana lelaki memiliki peran untuk mengontrol kehidupan sosial manusia. Untuk kalian perempuan yang belum sadar dengan apa yang bisa kalian lakukan di dunia ini. Sebelum membaca lebih jauh, konten tulisan ini bersifat eksplisit. (21+ Content) Mengapa Budaya Patriarki bisa terjadi di kehidupan manusia? Lelaki dirasa lebih unggul dibanding perempuan, padahal faktanya tidak demikian. ada perempuan yang lebih unggul dalam pemikiran, ada perempuan yang lebih unggul dalam ketelitian, ketekunan, dan hasrat. lantas, mengapa selalu lelaki yang menjadi kambing hitam? Perempuan di dunia ini sudah ada yang menjadi presiden, menteri, CEO, dan founder. Namun, mereka masih merasa terbelenggu dengan kata Patriarki. Perempuan seringkali lupa bahwa mereka memiliki kontrol atas diri mereka sendiri, tetapi mereka selalu saja terkontrol oleh lingkungan sosial mereka. Perempuan yang menjadi presiden, menteri, CEO, dsbnya mungkin telah menyadari bahwa mereka memiliki kontrol ...

Coret-coret #13: Bertuhan dan (atau) Beragama

Saya yang hidup di dunia ini sudah mengetahui tentang tuhan, agama, hukum-hukumnya, ketetapannya dan lain sebagainya, seperti seorang believer (pemeluk) agama pada umumnya tentu saya tidak pernah mengetahui kejelasan darimana datangnya tuhan dalam kehidupan manusia, yang saya tahu tuhan itu ada dengan sebutan Allah (karena saya islam) dengan segala aturan dan dogmanya. Seiring berjalannya waktu, saya terus mempertanyakan mengapa bisa ada tuhan di dunia ini, mengapa ada manusia, dan mengapa saya harus hidup dengan paksaan SURGA DAN NERAKA. saya mempertanyakan hal-hal yang mungkin seharusnya tidak pernah saya pertanyakan, namun saya tipikal orang yang harus tau sebab-sebab untuk melakukan sesuatu. Saya sangat percaya hukum sebab-akibat. Saya percaya hukum sebab-akibat maka saya pun percaya apa yang saya lakukan di dunia ini akan dibalas dengan SURGA DAN NERAKA AKAN TETAPI, semakin dalam saya melihat konsep surga dan neraka ini semakin jelas saya melihat ada yang ganjil dalam kon...

Coret-Coret #12: Paradox Dosa

Apa itu dosa? Dosa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai dua arti yaitu " 1.   perbuatan yang melanggar hukum Tuhan atau agama " " 2.  perbuatan salah (seperti terhadap orang tua, adat, negara) " kita sering mendengar bahwa dosa sama dengan neraka. Karena ini kita sangat menghindari apa yang namanya dosa, namun menurut pengertian KBBI dosa itu bisa juga diartikan saat melakukan perbuatan salah dalam perspektif yang belum jelas nilai universalnya, misal.  "salah terhadap orang tua, orang tua memiliki nilai-nilai yang sangat relatif . tidak selalu orang tua "A" akan sama dengan orang tua "B" misal dalam hal menikmati makan malam. orang tua "A" mungkin akan marah jika makan malamnya tidak bersama-sama sementara orang tua "B" apabila sudah jamnya makan malam mau bersama-sama atau tidak yasudah makan saja." kedua hukum adat, Indonesia ini sangat beragam adat dan sukunya sehingga sangat...

Coret-Coret #11 : Suara Kebebasan

Kita hidup di dunia cuma sekali, yakin mau melewatkan banyak momen penting dan berharga? Apalagi yg menyangkut masalah hati. Oiya, di akhirat hanya ada 2 kemungkinan kita hidup. Dibakar terus menerus atau bermanja ria. Ini membosankan. Lantas dengan terbelenggunya kita nanti di akhirat kita juga terbelenggu oleh dunia. Kita tidak boleh mengungkapkan isi hati kita, benar2 hal yg sangat sia-sia. Menyukai seseorang lawan jenis, kita dilarang mengungkapkannya. Menyukai sesama jenis dikira homo, bahkan emang ada yg homo beneran. Homo pun dilarang. Kita hanya boleh menyukai lalu ta'aruf (prosesnyapun sangat tidak terbuka, karena ada pihak yg mengganggu munculnya kepribadian masing2 pihak) kemudian jika dirasa cocok(cocok dengan kemungkinan bertopeng) menikahi. Lantas, penyesuaian hati bagaimana? Pola dari cinta orang2 berbeda-beda. Maka dari itu tercipta orang yg baik dan yg jahat. Orang yg baikpun sebenarnya jahat, mengapa? Kamu kira org jahat terbentuk karena apa? Coba pikir.. Ya...

Coret-Coret #7

Konteks K eislaman Masa Kini Semalam teman saya berdiskusi kembali tentang masa kejayaan Agama Islam dan kisah walisongo. Dari diskusi tersebut saya menemukan pentingnya ajaran Agama kepada lini kehidupan kita. Sebelum diskusi ini terjadi, ada fenomena yang membuat saya benci sekali dengan ajaran "Islam". Ajaran yang sangat mendiskriminan. Ajaran yg sedikit-sedikit meng kafir kan orang lain yang tidak sepaham dengannya. Saya sama sekali tidak menemukan bahwa Islam adalah agama yang baik. Islam sangat buruk di mata saya. Setelah melihat ajaran-ajaran tersebut. Islam yang mereka percayai adalah Islam yang penuh dengan kebencian. Tidak tenang hidup saya. "Islam" yang mereka sebarkan, menodai agama yang suci dan sakral ini. Merekalah penista sebenarnya. Hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan Allah?  Mereka gunakan standar ngeles. Mereka gunakan ayat dan hadist untuk bisa meloloskan nafsu mereka. Diskusi saya dengan tem...

Coret-Coret #6

POLITIK AGAMA Politik menurut pandangan saya adalah strategi. Melihat sesuatu yang mengguncang habis perhatian publik akhir-akhir ini membuat saya ingin menulis ini. Indonesia masih cocok untuk menggunakan pendekatan agama jika ingin memperoleh dukungan, kuasa tuhan tiada duanya. Saya bahkan anda pasti takut dengan tuhan. benar bukan? Namun, apakah anda melihat ada yang menggunakan T uhan untuk dapat memenangkan sebuah kompetisi. Tuhan dipergunakan. Saya amat murka melihatnya. Saya murka karena Tuhan yang Maha Esa digunakan sebagai alat. Agamapun dibuat sebagai Tuhan. Manusia tidak tahu diri. Mengambil kuasa tuhan dengan mengatakan KAFIR  kepada setiap orang yang memilih pemimpin Gubernur daerah. Bahkan mereka berani sekali mendahului TUHAN dengan me-neraka-kan orang yang mereka katakan KAFIR. Mereka gunakan Firman-Firman Tuhan tidak pada konteksnya. Mereka gunakan sesuka hati. © 2017, Muhammad Darussalam

Coret-coret #5

Kehidupan pasang surut sering kali membuat kita kuat. Kalian yg berhasil bertahan atas penindasan dan pahitnya berada di titik terendah akan menjadi pribadi yang kuat. Tapi bagi mereka yang kalah, depresi berat menghantui. Kegilaan mengintai, mengapa sampai kegilaan bisa mengintai? Ketidaktahanan mental terhadap titik rendah hidup membuat akal tidak lagi rasional. Tentunya pernyataan diatas belum valid, data-datanya hanya dari diri saya pribadi. Saya bersyukur berikan sebuah pengalaman hidup yang amat pedih beberapa waktu ini. Pengalaman ini membuat saya semakin kuat dan menjadi pribadi yang lebih baik. Saya berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Karena saya tahu, apabila masalah tidak dihadapi. Lalu, dimana saya harus mengambil pelajaran? Dimana saya akan dapat pengalaman berharga? Acapkali kita tidak bersyukur diberikan masalah, kita hanya mengeluh... Jujur saya juga mengeluh. Saya hanya bisa menguatkan hati saya. Meneguhkan pilihan saya dan menetapkan tujuan hidup saya kemba...

Coret-coret #4

Menjaga hati. Kenapa hati harus dijaga? Jika anda pernah melihat/menonton serial animasi naruto, anda pasti sadar tentang apa pentingnya menjaga hati. Hati yg dimaksudkan disini adalah perasaan atau psikologi atau sebutan lainnya. Begini, terkadang hati menjadi dasar bagi seseorang untuk melakukan suatu tindakan atau Memang segala tindakan manusia berdasarkan hati? Berbicara masalah hati ini, sebenarnya sangat kompleks. Kita bisa lihat betapa kuatnya hati mempengaruhi kondisi psikologi manusia. Dimana hati bisa membuat manusia menjadi orang yg menyenangkan, kadang menyebalkan, atau bahkan beringas. Banyak sekali contoh hati yang bisa membuat orang buta, seperti kasus rian jombang. Atau berhentinya sebuah peperangan kala hati yg keras terenyuh atas sebuah setuhan lembut. Seperti di naruto? Tugas hati ini sangat penting, lantas apakah hati memiliki mata? Mengapa ia bisa memberikan emosi sedemikian rupa kepada tubuh manusia? *kalo ada yg bisa jawab comment yaahh* Darimanakah emosi...

Coret-Coret #3

Seorang yang mencintaimu. Dia tidak akan muluk-muluk meminta sebuah hubungan. Dia yg mencintaimu hanya ingin kamu selalu dalam keadaan baik, berpenampilan baik untuk umum. Baik bukan berarti berias/mencolok yg malah menarik perhatian orang, hanya baik bukan menarik perhatian. Seseorang yg mencintaimu secara tulus akan tetap mencintaimu walaupun tanpa status, ia hanya akan mengharapkan kamu menerimanya saat dia memintamu melalui ayahmu. Dia tidak akan mau kamu terjerumus ke dunia gelap. Dia akan senantiasa membawamu ke dunia yg cerah dan ceria. Dia yg mencintamu akan selalu ada pada saatnya, jangan harap sesuatu seperti di film-film/sinetron. Dia yg mencintaimu mungkin memperhatikanmu sebentar. Alih-alih menjaga pandangannya. Karena dia tau, cintanya tidak pantas untuk kamu sebelum kamu dimilikinya. Dia yg mencintaimu akan datang membawa cintanya yg murni, menawarkan cintanya melalui ayahmu/kakak laki-lakimu. Jika saatnya tiba, kelak ujilah cintanya. Cinta yang murni kelak membawa...

Coret-Coret #2

Dari zaman batu manusia mulai mempelajari hal-hal tentang dunia dan sesama, banyak sekali ilmu baru muncul. Sekarang mungkin sudah ada jutaan bahkan milyaran paper atau ilmu baru, Bayangkan saja jika kita semua tidak giat belajar! Sudah pasti jauh ketinggalan zaman. Kata orang belanda, Indonesia sudah tertinggal 1 abad dalam hal keilmuan. Jelas kita dijajah 350 tahun, tapi tanggungjawab kita semua agar kita dapat mengejar kembali ketertinggalan kita. Apa mau kita menetap disini saja? Menjadi buruh bagi para penemu? Menjadi seorang yang tau cara pengerjaan tanpa tahu konsepnya? Saya rasa ini tidak akan membawa kita kepada kemajuan. Lantas apakah anda hanya berdiam diri dan merasa cukup menjadi buruh, yaa paling tinggi manajer regional? Apakah cukup kita berkiprah di negeri ini tanpa membawa hasil seperti mereka yang anda bantu pekerjaannya? Mereka mendapat 1000% dari yang anda dapat.. Seperti Emas yang diambil dari perut bumi Indonesia dengan omzet 7000 triliun per tahun seda...

Coret-Coret #1

Demoin Makna demokrasi kini semakin dilupakan. Demi keberlangsungan hidup sendiri, mereka rela beringas bahkan mengesampingkan ketertiban dan kepentingan umum. Hidupmu ya hidupmu, apalah arti demokrasi apabila slogan ini terlontar? Dimana nurani manusia? Melihat kelamnya hidup akan membuat kita bersyukur akan keadaan saat ini. Tapi jika tidak melihat keatas, perkembangan sukar diraih. Lihatlah dunia ini secara luas dan tidak terkotak-kotak sesekali. Pikirkan segala sesuatu dari ratusan faktor. Dunia terlalu luas untuk dilihat dari 1-5 faktor bahkan 10 faktor. Luaskan lagi, Buka lagi, Renungkanlah. Dunia ini tidak hanya milikmu, tidak pula milikku. Dunia ini milik seluruh manusia yg jumlahnya milyaran. Dunia ini milik hewan yg harus dijaga untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Dunia ini milik tumbuhan agar kebutuhan bumi ini terpenuhi. Banyak lagi aspek yg belum terbuka. Sekarang bukan saatnya memikirkan diri sendiri. Karena bumi ini sudah mulai sakit. Sudah...