Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Konflik

Coret-Coret #19 : Jangan tumpuk kesalahan

BAB 1: Jujur Apa yang membuat kita takut untuk mengakui kesalahan? Kesalahan bukan sekadar hasil dari keputusan yang keliru. Ia sering kali merupakan buah dari perjalanan panjang, dari akumulasi pengalaman, nilai, dorongan, dan pilihan yang—dalam banyak kasus—tidak sepenuhnya kita sadari. Kita tidak bangun suatu pagi lalu memutuskan untuk salah. Kesalahan adalah simpang jalan yang kita lewati, terkadang dalam keadaan lelah, bingung, atau terluka. Namun sejak kecil, kita dibiasakan melihat kesalahan sebagai aib. Ketika seorang anak menjatuhkan gelas, ia dimarahi. Ketika nilai ujiannya buruk, ia dibandingkan. Ketika berkata jujur tentang sesuatu yang tidak diharapkan, ia dihukum. Maka tumbuhlah manusia yang mahir menyembunyikan, bukan memperbaiki. Yang terlatih menyalahkan orang lain, bukan bercermin. Yang takut untuk jujur, bahkan pada dirinya sendiri. Dengan mengakui kesalahan, kita tidak menjatuhkan diri—justru kita sedang membangun pondasi untuk bertumbuh. Tidak ada keutuhan tanp...

Coret-Coret #17 : Perang atau Egosentris?

 P vs I Latar Belakang Mulai dari bulan Oktober lalu serangan-serangan diluncurkan dan saling berbalas hingga hari ini. Serangan-serangan tersebut membabi buta bahkan sampai ke media sosial. Saya sepertinya tidak perlu menyebutkan identitas kedua negara yang sedang berseteru ini karena topik ini sedang hangat-hangatnya. Jadi gw udah jengah banget sama isu yang bermunculan sehingga gw ngetweet gini. Jujur, gw juga udah kesel banget sama korban-korban yg berjatuhan. Temen-temen gw banyak yang instastory tentang kesedihan mereka kehilangan orang-orang dari kubu seagama, sedangkan kalau dari kubu lawan seagamanya mereka me "mampus-mampus" kan korban Dalam pikiran gw, apa bedanya? mereka sama-sama manusia yang kalo meninggal ada keluarga, teman, kerabat yang bakal kehilangan, bersedih, dan berkabung! Dari situ gw mulai jengah dan mengirim tweet berikut. Diskusi di Tweet Salah satu temen gw ngejawab begini, gw seneng ada yang ngajak diskusi. no hurt feeling ya kalo diskusi sama gw....