Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Stabilize emotion

Coret-Coret #19 : Jangan tumpuk kesalahan

BAB 1: Jujur Apa yang membuat kita takut untuk mengakui kesalahan? Kesalahan bukan sekadar hasil dari keputusan yang keliru. Ia sering kali merupakan buah dari perjalanan panjang, dari akumulasi pengalaman, nilai, dorongan, dan pilihan yang—dalam banyak kasus—tidak sepenuhnya kita sadari. Kita tidak bangun suatu pagi lalu memutuskan untuk salah. Kesalahan adalah simpang jalan yang kita lewati, terkadang dalam keadaan lelah, bingung, atau terluka. Namun sejak kecil, kita dibiasakan melihat kesalahan sebagai aib. Ketika seorang anak menjatuhkan gelas, ia dimarahi. Ketika nilai ujiannya buruk, ia dibandingkan. Ketika berkata jujur tentang sesuatu yang tidak diharapkan, ia dihukum. Maka tumbuhlah manusia yang mahir menyembunyikan, bukan memperbaiki. Yang terlatih menyalahkan orang lain, bukan bercermin. Yang takut untuk jujur, bahkan pada dirinya sendiri. Dengan mengakui kesalahan, kita tidak menjatuhkan diri—justru kita sedang membangun pondasi untuk bertumbuh. Tidak ada keutuhan tanp...

Coret-coret #4

Menjaga hati. Kenapa hati harus dijaga? Jika anda pernah melihat/menonton serial animasi naruto, anda pasti sadar tentang apa pentingnya menjaga hati. Hati yg dimaksudkan disini adalah perasaan atau psikologi atau sebutan lainnya. Begini, terkadang hati menjadi dasar bagi seseorang untuk melakukan suatu tindakan atau Memang segala tindakan manusia berdasarkan hati? Berbicara masalah hati ini, sebenarnya sangat kompleks. Kita bisa lihat betapa kuatnya hati mempengaruhi kondisi psikologi manusia. Dimana hati bisa membuat manusia menjadi orang yg menyenangkan, kadang menyebalkan, atau bahkan beringas. Banyak sekali contoh hati yang bisa membuat orang buta, seperti kasus rian jombang. Atau berhentinya sebuah peperangan kala hati yg keras terenyuh atas sebuah setuhan lembut. Seperti di naruto? Tugas hati ini sangat penting, lantas apakah hati memiliki mata? Mengapa ia bisa memberikan emosi sedemikian rupa kepada tubuh manusia? *kalo ada yg bisa jawab comment yaahh* Darimanakah emosi...