Langsung ke konten utama

Coret-Coret #21: Konsep Kepemilikan

 Apa itu memiliki?

Pernahkah terbesit dipikiran kita tentang apa itu memiliki?

mengapa manusia bisa memiliki konsep kepemilikan?


1. Kebebasan Individu

Kita sebagai manusia memiliki kebebasan untuk pergi ke mana saja, melakukan apa saja, namun seiring makin banyaknya jumlah manusia maka konsep kebebasan ini mulai terbatas.

Keterbatasan ini sengaja dibuat agar manusia bisa menemukan batasan-batasan tertentu dalam hidupnya agar bisa menjaga interaksi dengan alam.

Bayangkan saja jika kita tidak membatasi? minyak dikeruk sampai habis, hutan tidak akan terlihat lagi, dan ya pada akhirnya alam juga lah yang membatasi kebebasan individu manusia. karena keterbatasan itu maka manusia mulai membentuk konsep kepemilikan.

2. Konsep Awal Kepemilikan

Manusia awalnya hidup bebas kemana saja (no maden) hingga akhirnya menemukan konsep cocok tanam dan memutuskan untuk hidup menetap. Ini membuka konsep keterbatasan yang alam berikan kepada manusia ternyata masih bisa digeser.

Kita masih bisa memproduksi sebanyak mungkin, semanis mungkin buah-buahan, hewan serta makanan yang akhirnya bisa kita nikmati.

Tidak puas hanya pada makanan yang cukup, manusia kemudian mulai menemukan konsep saya yang menanam, saya berusaha untuk ini, kamu tidak boleh makan usaha kerja keras saya!

Mulai enggan melihat orang lain menyentuh apa yang sudah saya usahakan.

3. Konsep menengah kepemilikan

Manusia yang kemudian berkembang biak memunculkan hal-hal yang perlu kesepakatan bersama.

Manusia yang menetap dan selalu bertemu dengan manusia yang sama bahkan kemungkinan hidupnya tinggi dibandingkan hidup nomaden, membuat jumlah manusia meningkat.

Konsep kepemilikan menjadi lebih komplek daripada sekedar manusia dengan hasil pangan, manusia dengan alat produksi, bahkan merambah ke manusia dengan manusia!

Kesimpulan

konsep kepemilikan ini mulai muncul ketika kita manusia memperoleh sesuatu kemudian merasa bahwa hal tersebut tidak bisa diambil/dipinjam/dipegang oleh orang lain. pembahasan konsep kepemilikan manusia dengan benda, manusia dengan batas semu, manusia dengan manusia akan di bahas di tulisan lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coret-Coret #19 : Jangan tumpuk kesalahan

BAB 1: Jujur Apa yang membuat kita takut untuk mengakui kesalahan? Kesalahan bukan sekadar hasil dari keputusan yang keliru. Ia sering kali merupakan buah dari perjalanan panjang, dari akumulasi pengalaman, nilai, dorongan, dan pilihan yang—dalam banyak kasus—tidak sepenuhnya kita sadari. Kita tidak bangun suatu pagi lalu memutuskan untuk salah. Kesalahan adalah simpang jalan yang kita lewati, terkadang dalam keadaan lelah, bingung, atau terluka. Namun sejak kecil, kita dibiasakan melihat kesalahan sebagai aib. Ketika seorang anak menjatuhkan gelas, ia dimarahi. Ketika nilai ujiannya buruk, ia dibandingkan. Ketika berkata jujur tentang sesuatu yang tidak diharapkan, ia dihukum. Maka tumbuhlah manusia yang mahir menyembunyikan, bukan memperbaiki. Yang terlatih menyalahkan orang lain, bukan bercermin. Yang takut untuk jujur, bahkan pada dirinya sendiri. Dengan mengakui kesalahan, kita tidak menjatuhkan diri—justru kita sedang membangun pondasi untuk bertumbuh. Tidak ada keutuhan tanp...

Bertahan Hidup atau Mati karena memegang prinsip

Halo semua, rasanya sudah lama sekali tidak menulis, hingga kemudian ada suatu peristiwa yang sangat menarik dan juga sedikit menyeramkan. Kejadian tersebut membuat saya berpikir apakah manusia bisa memegang prinsipnya sampai mati atau asalkan gw hidup persetan dengan prinsip. Mungkin secara konseptual kita semua akan berpikir, tentu saya akan memegang prinsip saya sampai mati tidak peduli apa yang akan terjadi bahkan jika itu mengakibatkan kita dibunuh atau terbunuh. Oke jadi untuk menjawab rasa penasaran gw, gw melakukan tweet polling di twitter gw @darus_dc dan mendapatkan 8 votes, yang hasilnya memilih mati sebanyak 25% dan yang memilih hidup 75% Voting ini membuat gw berpikir apakah yang 25% ini benar-benar ingin memilih mati dengan ego mempertahankan prinsipnya? Oke, anggap saja gw menemukan salah satu sampel orang yang menahan prinsipnya dan mendapatkan kematiannya. Kisah nyata, ada di disini :  Oknum PNS Bacok Selingkuhan hingga Tewas di Depan Ayahnya, lalu Bunuh Diri Halam...

Coret-Coret #12: Paradox Dosa

Apa itu dosa? Dosa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai dua arti yaitu " 1.   perbuatan yang melanggar hukum Tuhan atau agama " " 2.  perbuatan salah (seperti terhadap orang tua, adat, negara) " kita sering mendengar bahwa dosa sama dengan neraka. Karena ini kita sangat menghindari apa yang namanya dosa, namun menurut pengertian KBBI dosa itu bisa juga diartikan saat melakukan perbuatan salah dalam perspektif yang belum jelas nilai universalnya, misal.  "salah terhadap orang tua, orang tua memiliki nilai-nilai yang sangat relatif . tidak selalu orang tua "A" akan sama dengan orang tua "B" misal dalam hal menikmati makan malam. orang tua "A" mungkin akan marah jika makan malamnya tidak bersama-sama sementara orang tua "B" apabila sudah jamnya makan malam mau bersama-sama atau tidak yasudah makan saja." kedua hukum adat, Indonesia ini sangat beragam adat dan sukunya sehingga sangat...