Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Coret-Coret #11 : Suara Kebebasan

Kita hidup di dunia cuma sekali, yakin mau melewatkan banyak momen penting dan berharga? Apalagi yg menyangkut masalah hati. Oiya, di akhirat hanya ada 2 kemungkinan kita hidup. Dibakar terus menerus atau bermanja ria. Ini membosankan. Lantas dengan terbelenggunya kita nanti di akhirat kita juga terbelenggu oleh dunia. Kita tidak boleh mengungkapkan isi hati kita, benar2 hal yg sangat sia-sia. Menyukai seseorang lawan jenis, kita dilarang mengungkapkannya. Menyukai sesama jenis dikira homo, bahkan emang ada yg homo beneran. Homo pun dilarang. Kita hanya boleh menyukai lalu ta'aruf (prosesnyapun sangat tidak terbuka, karena ada pihak yg mengganggu munculnya kepribadian masing2 pihak) kemudian jika dirasa cocok(cocok dengan kemungkinan bertopeng) menikahi. Lantas, penyesuaian hati bagaimana? Pola dari cinta orang2 berbeda-beda. Maka dari itu tercipta orang yg baik dan yg jahat. Orang yg baikpun sebenarnya jahat, mengapa? Kamu kira org jahat terbentuk karena apa? Coba pikir.. Ya...

Coret-Coret #7

Konteks K eislaman Masa Kini Semalam teman saya berdiskusi kembali tentang masa kejayaan Agama Islam dan kisah walisongo. Dari diskusi tersebut saya menemukan pentingnya ajaran Agama kepada lini kehidupan kita. Sebelum diskusi ini terjadi, ada fenomena yang membuat saya benci sekali dengan ajaran "Islam". Ajaran yang sangat mendiskriminan. Ajaran yg sedikit-sedikit meng kafir kan orang lain yang tidak sepaham dengannya. Saya sama sekali tidak menemukan bahwa Islam adalah agama yang baik. Islam sangat buruk di mata saya. Setelah melihat ajaran-ajaran tersebut. Islam yang mereka percayai adalah Islam yang penuh dengan kebencian. Tidak tenang hidup saya. "Islam" yang mereka sebarkan, menodai agama yang suci dan sakral ini. Merekalah penista sebenarnya. Hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan Allah?  Mereka gunakan standar ngeles. Mereka gunakan ayat dan hadist untuk bisa meloloskan nafsu mereka. Diskusi saya dengan tem...

Coret-Coret #6

POLITIK AGAMA Politik menurut pandangan saya adalah strategi. Melihat sesuatu yang mengguncang habis perhatian publik akhir-akhir ini membuat saya ingin menulis ini. Indonesia masih cocok untuk menggunakan pendekatan agama jika ingin memperoleh dukungan, kuasa tuhan tiada duanya. Saya bahkan anda pasti takut dengan tuhan. benar bukan? Namun, apakah anda melihat ada yang menggunakan T uhan untuk dapat memenangkan sebuah kompetisi. Tuhan dipergunakan. Saya amat murka melihatnya. Saya murka karena Tuhan yang Maha Esa digunakan sebagai alat. Agamapun dibuat sebagai Tuhan. Manusia tidak tahu diri. Mengambil kuasa tuhan dengan mengatakan KAFIR  kepada setiap orang yang memilih pemimpin Gubernur daerah. Bahkan mereka berani sekali mendahului TUHAN dengan me-neraka-kan orang yang mereka katakan KAFIR. Mereka gunakan Firman-Firman Tuhan tidak pada konteksnya. Mereka gunakan sesuka hati. © 2017, Muhammad Darussalam