Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Agama

Coret-Coret #17 : Perang atau Egosentris?

 P vs I Latar Belakang Mulai dari bulan Oktober lalu serangan-serangan diluncurkan dan saling berbalas hingga hari ini. Serangan-serangan tersebut membabi buta bahkan sampai ke media sosial. Saya sepertinya tidak perlu menyebutkan identitas kedua negara yang sedang berseteru ini karena topik ini sedang hangat-hangatnya. Jadi gw udah jengah banget sama isu yang bermunculan sehingga gw ngetweet gini. Jujur, gw juga udah kesel banget sama korban-korban yg berjatuhan. Temen-temen gw banyak yang instastory tentang kesedihan mereka kehilangan orang-orang dari kubu seagama, sedangkan kalau dari kubu lawan seagamanya mereka me "mampus-mampus" kan korban Dalam pikiran gw, apa bedanya? mereka sama-sama manusia yang kalo meninggal ada keluarga, teman, kerabat yang bakal kehilangan, bersedih, dan berkabung! Dari situ gw mulai jengah dan mengirim tweet berikut. Diskusi di Tweet Salah satu temen gw ngejawab begini, gw seneng ada yang ngajak diskusi. no hurt feeling ya kalo diskusi sama gw....

Bertahan Hidup atau Mati karena memegang prinsip

Halo semua, rasanya sudah lama sekali tidak menulis, hingga kemudian ada suatu peristiwa yang sangat menarik dan juga sedikit menyeramkan. Kejadian tersebut membuat saya berpikir apakah manusia bisa memegang prinsipnya sampai mati atau asalkan gw hidup persetan dengan prinsip. Mungkin secara konseptual kita semua akan berpikir, tentu saya akan memegang prinsip saya sampai mati tidak peduli apa yang akan terjadi bahkan jika itu mengakibatkan kita dibunuh atau terbunuh. Oke jadi untuk menjawab rasa penasaran gw, gw melakukan tweet polling di twitter gw @darus_dc dan mendapatkan 8 votes, yang hasilnya memilih mati sebanyak 25% dan yang memilih hidup 75% Voting ini membuat gw berpikir apakah yang 25% ini benar-benar ingin memilih mati dengan ego mempertahankan prinsipnya? Oke, anggap saja gw menemukan salah satu sampel orang yang menahan prinsipnya dan mendapatkan kematiannya. Kisah nyata, ada di disini :  Oknum PNS Bacok Selingkuhan hingga Tewas di Depan Ayahnya, lalu Bunuh Diri Halam...

Coret-coret #13: Bertuhan dan (atau) Beragama

Saya yang hidup di dunia ini sudah mengetahui tentang tuhan, agama, hukum-hukumnya, ketetapannya dan lain sebagainya, seperti seorang believer (pemeluk) agama pada umumnya tentu saya tidak pernah mengetahui kejelasan darimana datangnya tuhan dalam kehidupan manusia, yang saya tahu tuhan itu ada dengan sebutan Allah (karena saya islam) dengan segala aturan dan dogmanya. Seiring berjalannya waktu, saya terus mempertanyakan mengapa bisa ada tuhan di dunia ini, mengapa ada manusia, dan mengapa saya harus hidup dengan paksaan SURGA DAN NERAKA. saya mempertanyakan hal-hal yang mungkin seharusnya tidak pernah saya pertanyakan, namun saya tipikal orang yang harus tau sebab-sebab untuk melakukan sesuatu. Saya sangat percaya hukum sebab-akibat. Saya percaya hukum sebab-akibat maka saya pun percaya apa yang saya lakukan di dunia ini akan dibalas dengan SURGA DAN NERAKA AKAN TETAPI, semakin dalam saya melihat konsep surga dan neraka ini semakin jelas saya melihat ada yang ganjil dalam kon...