Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cinta

Coret-Coret #19 : Jangan tumpuk kesalahan

BAB 1: Jujur Apa yang membuat kita takut untuk mengakui kesalahan? Kesalahan bukan sekadar hasil dari keputusan yang keliru. Ia sering kali merupakan buah dari perjalanan panjang, dari akumulasi pengalaman, nilai, dorongan, dan pilihan yang—dalam banyak kasus—tidak sepenuhnya kita sadari. Kita tidak bangun suatu pagi lalu memutuskan untuk salah. Kesalahan adalah simpang jalan yang kita lewati, terkadang dalam keadaan lelah, bingung, atau terluka. Namun sejak kecil, kita dibiasakan melihat kesalahan sebagai aib. Ketika seorang anak menjatuhkan gelas, ia dimarahi. Ketika nilai ujiannya buruk, ia dibandingkan. Ketika berkata jujur tentang sesuatu yang tidak diharapkan, ia dihukum. Maka tumbuhlah manusia yang mahir menyembunyikan, bukan memperbaiki. Yang terlatih menyalahkan orang lain, bukan bercermin. Yang takut untuk jujur, bahkan pada dirinya sendiri. Dengan mengakui kesalahan, kita tidak menjatuhkan diri—justru kita sedang membangun pondasi untuk bertumbuh. Tidak ada keutuhan tanp...

Coret-Coret #3

Seorang yang mencintaimu. Dia tidak akan muluk-muluk meminta sebuah hubungan. Dia yg mencintaimu hanya ingin kamu selalu dalam keadaan baik, berpenampilan baik untuk umum. Baik bukan berarti berias/mencolok yg malah menarik perhatian orang, hanya baik bukan menarik perhatian. Seseorang yg mencintaimu secara tulus akan tetap mencintaimu walaupun tanpa status, ia hanya akan mengharapkan kamu menerimanya saat dia memintamu melalui ayahmu. Dia tidak akan mau kamu terjerumus ke dunia gelap. Dia akan senantiasa membawamu ke dunia yg cerah dan ceria. Dia yg mencintamu akan selalu ada pada saatnya, jangan harap sesuatu seperti di film-film/sinetron. Dia yg mencintaimu mungkin memperhatikanmu sebentar. Alih-alih menjaga pandangannya. Karena dia tau, cintanya tidak pantas untuk kamu sebelum kamu dimilikinya. Dia yg mencintaimu akan datang membawa cintanya yg murni, menawarkan cintanya melalui ayahmu/kakak laki-lakimu. Jika saatnya tiba, kelak ujilah cintanya. Cinta yang murni kelak membawa...