Langsung ke konten utama

Coret-coret #4

Menjaga hati. Kenapa hati harus dijaga?
Jika anda pernah melihat/menonton serial animasi naruto, anda pasti sadar tentang apa pentingnya menjaga hati.

Hati yg dimaksudkan disini adalah perasaan atau psikologi atau sebutan lainnya.

Begini, terkadang hati menjadi dasar bagi seseorang untuk melakukan suatu tindakan atau Memang segala tindakan manusia berdasarkan hati?

Berbicara masalah hati ini, sebenarnya sangat kompleks. Kita bisa lihat betapa kuatnya hati mempengaruhi kondisi psikologi manusia.

Dimana hati bisa membuat manusia menjadi orang yg menyenangkan, kadang menyebalkan, atau bahkan beringas.

Banyak sekali contoh hati yang bisa membuat orang buta, seperti kasus rian jombang. Atau berhentinya sebuah peperangan kala hati yg keras terenyuh atas sebuah setuhan lembut. Seperti di naruto?

Tugas hati ini sangat penting, lantas apakah hati memiliki mata? Mengapa ia bisa memberikan emosi sedemikian rupa kepada tubuh manusia? *kalo ada yg bisa jawab comment yaahh*

Darimanakah emosi2 demikian datang? Apakah hati dapat dikontrol? Seberapa mampu kita mengontrol jika bisa dilakukan sebuah pengkontrolan tersebut?

Kita mengenal istilah sabar. Sabar adalah senjata utama untuk mengontrol hati, akan tetapi banyak orang yg mengatakan sabar itu ada batasnya. Iyaa, adakala hati kita sangat tersakiti sehingga kita tidak dapat menahan sakitnya.

Lantas jika kondisi di atas terjadi bagaimana? Senjata kedua adalah pengakuan. Sebuah pengakuan dari orang akan membantu hati lebih tenang, walaupun masih terjadi kejanggalan.

Lantas kita sudah dapat pengakuan namun, hati masih gelisah. Apa yg kita lakukan? Ikhlas... Ini senjata paling ampuh. Senjata pamungkas penyakit hati adalah ikhlas...

Ikhlas tidak semudah mengucapkan. Tapi berlatih untuk ikhlas dengan cara bersabar dan membuat banyak pengakuan akan membuat anda kuat.

Apabila sakit hati anda tidak tertahankan. Jangan tahan, keluarkan. Curhat, curhat adalah salah satu wujud dari mencari pengakuan. Jangan malu untuk mengeluarkan beban hati anda. Jgn tahan sendiri. Bersama kita bisa lebih kuat.

Lalu jika hati anda ingin bersih dari luka tersebut ikhlaskan. Maka lengkap lah.. Hati anda akan menjadi seperti kertas baru. Salah apabila ada yg mengatakan kertas yg sudah diremas tidak dapat kembali bagus seperti sediakala, sebenarnya bisa hanya saja prosesnya sangat lama dan rada sulit.

Semoga bermanfaat.

© 2016, Muhammad Darussalam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coret-Coret #19 : Jangan tumpuk kesalahan

BAB 1: Jujur Apa yang membuat kita takut untuk mengakui kesalahan? Kesalahan bukan sekadar hasil dari keputusan yang keliru. Ia sering kali merupakan buah dari perjalanan panjang, dari akumulasi pengalaman, nilai, dorongan, dan pilihan yang—dalam banyak kasus—tidak sepenuhnya kita sadari. Kita tidak bangun suatu pagi lalu memutuskan untuk salah. Kesalahan adalah simpang jalan yang kita lewati, terkadang dalam keadaan lelah, bingung, atau terluka. Namun sejak kecil, kita dibiasakan melihat kesalahan sebagai aib. Ketika seorang anak menjatuhkan gelas, ia dimarahi. Ketika nilai ujiannya buruk, ia dibandingkan. Ketika berkata jujur tentang sesuatu yang tidak diharapkan, ia dihukum. Maka tumbuhlah manusia yang mahir menyembunyikan, bukan memperbaiki. Yang terlatih menyalahkan orang lain, bukan bercermin. Yang takut untuk jujur, bahkan pada dirinya sendiri. Dengan mengakui kesalahan, kita tidak menjatuhkan diri—justru kita sedang membangun pondasi untuk bertumbuh. Tidak ada keutuhan tanp...

Bertahan Hidup atau Mati karena memegang prinsip

Halo semua, rasanya sudah lama sekali tidak menulis, hingga kemudian ada suatu peristiwa yang sangat menarik dan juga sedikit menyeramkan. Kejadian tersebut membuat saya berpikir apakah manusia bisa memegang prinsipnya sampai mati atau asalkan gw hidup persetan dengan prinsip. Mungkin secara konseptual kita semua akan berpikir, tentu saya akan memegang prinsip saya sampai mati tidak peduli apa yang akan terjadi bahkan jika itu mengakibatkan kita dibunuh atau terbunuh. Oke jadi untuk menjawab rasa penasaran gw, gw melakukan tweet polling di twitter gw @darus_dc dan mendapatkan 8 votes, yang hasilnya memilih mati sebanyak 25% dan yang memilih hidup 75% Voting ini membuat gw berpikir apakah yang 25% ini benar-benar ingin memilih mati dengan ego mempertahankan prinsipnya? Oke, anggap saja gw menemukan salah satu sampel orang yang menahan prinsipnya dan mendapatkan kematiannya. Kisah nyata, ada di disini :  Oknum PNS Bacok Selingkuhan hingga Tewas di Depan Ayahnya, lalu Bunuh Diri Halam...

Coret-Coret #12: Paradox Dosa

Apa itu dosa? Dosa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai dua arti yaitu " 1.   perbuatan yang melanggar hukum Tuhan atau agama " " 2.  perbuatan salah (seperti terhadap orang tua, adat, negara) " kita sering mendengar bahwa dosa sama dengan neraka. Karena ini kita sangat menghindari apa yang namanya dosa, namun menurut pengertian KBBI dosa itu bisa juga diartikan saat melakukan perbuatan salah dalam perspektif yang belum jelas nilai universalnya, misal.  "salah terhadap orang tua, orang tua memiliki nilai-nilai yang sangat relatif . tidak selalu orang tua "A" akan sama dengan orang tua "B" misal dalam hal menikmati makan malam. orang tua "A" mungkin akan marah jika makan malamnya tidak bersama-sama sementara orang tua "B" apabila sudah jamnya makan malam mau bersama-sama atau tidak yasudah makan saja." kedua hukum adat, Indonesia ini sangat beragam adat dan sukunya sehingga sangat...