Langsung ke konten utama

Coret-Coret #16 : Patriarki Untuk Lelaki

 

Patriarki untuk Laki-laki

Saat artikel ini ditulis sedang ramai perbincangan video seorang manager yang melakukan kekerasan kepada anaknya.

Belum diketahui pasti penyebab pasti kekerasan itu dilakukan. Tapi saya mencoba membedah ‘meledak’nya seorang laki-laki hingga berujung melakukan tindak kekerasan.

Seperti yang diketahui seorang laki-laki memang dekat dengan kekerasan sejak kecil anak laki setidaknya pernah melakukan pemukulan maupun dipukul oleh teman sebayanya

Kekerasan sudah dekat namun bukan hal yang tidak bisa dikontrol. Hal ini tentu dapat dikontrol dan tentu ada hal yang memantik orang tersebut gagal meredam kekerasan ini.

Seperti yang diketahui seorang lelaki pada dunia partriarki dituntut sebagai pemberi nafkah tunggal yang bahkan banyak wanita yang terkesan tidak peduli.

“asalkan lelaki itu punya uang dan bisa menghidupi saya, saya akan bersama dengan dia”

Namun, tentu tidak semua wanita seperti itu.

Kembali ke topik kenapa KDRT bisa terjadi? tentu karena tekanan yang terbentuk entah karena dunia luar maupun dalam rumah tangga itu sendiri

Tekanan yang tidak dapat terlepaskan. Mungkin karena kurangnya empati kepada lelaki yang hanya dituntut untuk memberikan nafkah.

Sehingga tidak ada ruang bagi lelaki untuk menuangkan segala keluh kesahnya, tidak ada yang berempati kepadanya, dan bahkan hanya sekedar mendengarpun tidak ada.

Maka meledaklah dia dan kebetulan ledakan itu dipicu oleh kejadian di rumahnya. Tekanan yang sudah sangat padat dipicu api sedikit maka meledaklah dia.

Tidak valid? mari renungi

Pernikahan itu bukan sekedar memelihara dan dipelihara. melainkan menyatukan perasaan untuk membangun rumah yang hangat dan penuh warna!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coret-Coret #19 : Jangan tumpuk kesalahan

BAB 1: Jujur Apa yang membuat kita takut untuk mengakui kesalahan? Kesalahan bukan sekadar hasil dari keputusan yang keliru. Ia sering kali merupakan buah dari perjalanan panjang, dari akumulasi pengalaman, nilai, dorongan, dan pilihan yang—dalam banyak kasus—tidak sepenuhnya kita sadari. Kita tidak bangun suatu pagi lalu memutuskan untuk salah. Kesalahan adalah simpang jalan yang kita lewati, terkadang dalam keadaan lelah, bingung, atau terluka. Namun sejak kecil, kita dibiasakan melihat kesalahan sebagai aib. Ketika seorang anak menjatuhkan gelas, ia dimarahi. Ketika nilai ujiannya buruk, ia dibandingkan. Ketika berkata jujur tentang sesuatu yang tidak diharapkan, ia dihukum. Maka tumbuhlah manusia yang mahir menyembunyikan, bukan memperbaiki. Yang terlatih menyalahkan orang lain, bukan bercermin. Yang takut untuk jujur, bahkan pada dirinya sendiri. Dengan mengakui kesalahan, kita tidak menjatuhkan diri—justru kita sedang membangun pondasi untuk bertumbuh. Tidak ada keutuhan tanp...

Bertahan Hidup atau Mati karena memegang prinsip

Halo semua, rasanya sudah lama sekali tidak menulis, hingga kemudian ada suatu peristiwa yang sangat menarik dan juga sedikit menyeramkan. Kejadian tersebut membuat saya berpikir apakah manusia bisa memegang prinsipnya sampai mati atau asalkan gw hidup persetan dengan prinsip. Mungkin secara konseptual kita semua akan berpikir, tentu saya akan memegang prinsip saya sampai mati tidak peduli apa yang akan terjadi bahkan jika itu mengakibatkan kita dibunuh atau terbunuh. Oke jadi untuk menjawab rasa penasaran gw, gw melakukan tweet polling di twitter gw @darus_dc dan mendapatkan 8 votes, yang hasilnya memilih mati sebanyak 25% dan yang memilih hidup 75% Voting ini membuat gw berpikir apakah yang 25% ini benar-benar ingin memilih mati dengan ego mempertahankan prinsipnya? Oke, anggap saja gw menemukan salah satu sampel orang yang menahan prinsipnya dan mendapatkan kematiannya. Kisah nyata, ada di disini :  Oknum PNS Bacok Selingkuhan hingga Tewas di Depan Ayahnya, lalu Bunuh Diri Halam...

Coret-Coret #12: Paradox Dosa

Apa itu dosa? Dosa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai dua arti yaitu " 1.   perbuatan yang melanggar hukum Tuhan atau agama " " 2.  perbuatan salah (seperti terhadap orang tua, adat, negara) " kita sering mendengar bahwa dosa sama dengan neraka. Karena ini kita sangat menghindari apa yang namanya dosa, namun menurut pengertian KBBI dosa itu bisa juga diartikan saat melakukan perbuatan salah dalam perspektif yang belum jelas nilai universalnya, misal.  "salah terhadap orang tua, orang tua memiliki nilai-nilai yang sangat relatif . tidak selalu orang tua "A" akan sama dengan orang tua "B" misal dalam hal menikmati makan malam. orang tua "A" mungkin akan marah jika makan malamnya tidak bersama-sama sementara orang tua "B" apabila sudah jamnya makan malam mau bersama-sama atau tidak yasudah makan saja." kedua hukum adat, Indonesia ini sangat beragam adat dan sukunya sehingga sangat...