Sekolah sudah tidak relevan?
Masyarakat mulai membicarakan tentang sistem sekolah yang
sudah tidak relevan dengan dunia kerja. Dunia kerja yang terus menerus berkembang
sedangkan sekolah yang monoton dianggap sudah tidak relevan untuk saat ini. Saya
berpendapat lain, sekolah tetap relevan karena sekolah tempat pembentukan pola pikir
ilmiah.
Literasi (kemampuan penyerapan
informasi) berawal di sekolah. Kita diajarkan banyak hal untuk dapat
mengimplementasikan hal-hal tersebut di dunia nyata yang sebenarnya sangat
digunakan. Sekolah tingkat SD sampai dengan SMA memang bukan untuk
merelevansikan diri dengan dunia kerja, SMK yang dibentuk untuk relevan dengan
dunia kerja lain dengan SMA yang memang masih mengajak muridnya berpikir
berbagai kemungkinan yang belum ada.
Kemampuan berpikir dan menghubungkan dengan kasus-kasus
tertentu merupakan kemampuan yang sulit didapatkan karena dalam teori bloom
untuk dapat mengerti, memahami, merasakan. Tahap tersebut siswa dapat menggunakan
teori yang ada untuk membuat sesuatu atau bahkan menghasilkan teori baru untuk
sampai ke sana perlu tahapan yang benar.
Melihat kenyataan sekolah saat
ini menurut saya bukan sekolah yang sudah tidak relevan lagi namun lebih kepada
bagaimana murid melewati tahapan-tahapan dalam memahami dan menggunakan teori
tersebut dalam keseharian murid tersebut. Jadi bagaimana membuat murid dalam
merelevansi teori yang ada dalam kehidupan, hal ini butuh melewati level
kognitif yang kemudian didukung dengan kemampuan psikomotor dan sikap di level
yang sama.
Kognitif tahap pertama adalah
remembering atau mengingat, tahap ini seringkali diartikan sebagai menghafal,
padahal tahap ini adalah tahap penanaman pemahaman. Tahap ini seharusnya
menjadi tahap pemberitahuan, tentang hal apa dan bagaimana seperti kita yang
sedang berada di perempatan jalan kemudian kita diberitahu oleh seseorang jika
kita ke utara akan menemui monas, kita ke timur akan bertemu patung pancoran,
kita ke barat akan bertemu dengan kawasan perkantoran, dan jika ke selatan kita
akan bertemu dengan perkampungan indah dengan sawahnya. Kita bisa ingat
tersebut tanpa menghafalkan? Jadi ini yang dimaksud mengingat.
Kasus di atas jika kita membawa diri
dalam kemampuan psikomotorik pada level yang sama dengan kemampuan kognitif dengan
informasi tersebut seharusnya kita jadi tahu harus kemana dan bagaimana
sehingga kita dapat menentukan sikap dan
pada akhirnya menjalankan apa yang sudah kita tentukan. Setelah kita menjalankan
pilihan kita kemudian sikap menghayati muncul dan memberikan kita kemampuan
kognitif baru dan siklus ini terus berulang hingga muncul semua kemungkinan baru
Hal ini yang diajari di sekolah,
secara teori tentu sekolah sangat relevan dengan hal ini, jika sejak awal kita
diajarkan untuk relevan dengan industri maka sama saja dengan kita menghentikan
kemungkinan baru yang akan terjadi. Aneh sekali kritik kepada sekolah tidak
relevan dengan dunia kerja karena sekolah merupakan tempat untuk berpikir bukan
membentuk tenaga kerja yang relevan dengan dunia kerja.
Sekolah memang dibuat untuk
membentuk pola pikir ilmiah yang baik bukan untuk merelevansikan dunia kerja.
Sekolah membuat orang-orang dapat berpikir berdasarkan fakta dan data sehingga
memunculkan dunia baru yang dianggap orang-orang tidak relevan. Hasil buah
pikir seorang murid yang dapat menyamakan level kognitif, psikomotor, dan sikap
sehingga ia dapat membuat teori baru, dunia kerja baru, dan
kemungkinan-kemungkinan yang belum ada saat ini.
Komentar
Posting Komentar