Dari zaman batu manusia mulai mempelajari hal-hal tentang dunia dan sesama, banyak sekali ilmu baru muncul.
Sekarang mungkin sudah ada jutaan bahkan milyaran paper atau ilmu baru, Bayangkan saja jika kita
Sekarang mungkin sudah ada jutaan bahkan milyaran paper atau ilmu baru, Bayangkan saja jika kita
semua tidak giat belajar! Sudah pasti jauh ketinggalan zaman.
Kata orang belanda, Indonesia sudah tertinggal 1 abad dalam hal keilmuan. Jelas kita dijajah 350 tahun, tapi tanggungjawab kita semua agar kita dapat mengejar kembali ketertinggalan kita.
Kata orang belanda, Indonesia sudah tertinggal 1 abad dalam hal keilmuan. Jelas kita dijajah 350 tahun, tapi tanggungjawab kita semua agar kita dapat mengejar kembali ketertinggalan kita.
Apa mau kita menetap disini saja? Menjadi buruh bagi para penemu? Menjadi seorang yang tau cara pengerjaan tanpa tahu konsepnya? Saya rasa ini tidak akan membawa kita kepada kemajuan.
Lantas apakah anda hanya berdiam diri dan merasa cukup menjadi buruh, yaa paling tinggi manajer regional? Apakah cukup kita berkiprah di negeri ini tanpa membawa hasil seperti mereka yang anda bantu pekerjaannya? Mereka mendapat 1000% dari yang anda dapat.. Seperti Emas yang diambil dari perut bumi Indonesia dengan omzet 7000 triliun per tahun sedangkan kita paling hanya 1-40 milyar per tahun.
Kemalasan harus dituntaskan, paradigma pendidikan harus diselaraskan. Pendidikan untuk kehidupan yg lebih baik.
Maka, tingkatkan kualitas pendidikan. Jangan permainkan pendidikan kita para pemegang kepentingan pendidikan. Pendidikan bukan sekedar mengajarkan. Itu mengajarkan bukan mendidik!
Jika anda peduli, maka belajarlah sepanjang hayat. Ajari anak anda (kelak) dengan pendidikan yg baik dan berkualitas, jangan sampai anak anda hanya bisa menjadi buruh/tenaga marketing professional untuk menjual produk orang lain. Buat mereka memiliki produknya sendiri, buat mereka menjadi orang yg beradab, buat mereka menjadi manusia super yg baik dan berkualitas hidupnya!
© 2016, Muhammad Darussalam
Komentar
Posting Komentar