Langsung ke konten utama

Coret-Coret #14: Patriarki, Perempuan yang masih terbelenggu di dalamnya (21+)

Patriarki
Konsep dimana lelaki memiliki peran untuk mengontrol kehidupan sosial manusia.
Untuk kalian perempuan yang belum sadar dengan apa yang bisa kalian lakukan di dunia ini.

Sebelum membaca lebih jauh, konten tulisan ini bersifat eksplisit. (21+ Content)

Mengapa Budaya Patriarki bisa terjadi di kehidupan manusia?
Lelaki dirasa lebih unggul dibanding perempuan, padahal faktanya tidak demikian.
ada perempuan yang lebih unggul dalam pemikiran, ada perempuan yang lebih unggul dalam ketelitian, ketekunan, dan hasrat. lantas, mengapa selalu lelaki yang menjadi kambing hitam?

Perempuan di dunia ini sudah ada yang menjadi presiden, menteri, CEO, dan founder. Namun, mereka masih merasa terbelenggu dengan kata Patriarki. Perempuan seringkali lupa bahwa mereka memiliki kontrol atas diri mereka sendiri, tetapi mereka selalu saja terkontrol oleh lingkungan sosial mereka.

Perempuan yang menjadi presiden, menteri, CEO, dsbnya mungkin telah menyadari bahwa mereka memiliki kontrol atas diri mereka sendiri dan mereka tahu bahwa mereka memiliki nilai dan pendirian yang kuat atas dirinya sendiri. Masalahnya, masih banyak perempuan yang tidak sadar akan hal itu dan memilih diapresiasi dengan cara lain. ya, betul. Mereka mengikuti nilai-nilai sosial, stigma agama dan sosial dalam mengapresiasi diri mereka.

Lelaki bisa membicarakan "apa saja", perempuan masih disibukkan dengan menjadi sosok yang eksotis, baik, dan "bernilai". Ya, saya yakin bahwa perempuan yang mempermasalahkan patriarki adalah perempuan yang masih terbelenggu kontrol sosial ini. nilai-nilai seperti "perempuan tuh harusnya kalem, anggun, tidak berbicara kasar, tidak berbicara hal yang berbau seksual, tidak merokok, tidak mabuk, keperawanan adalah hal yang sangat penting dan sangat berharga"

Perempuan bisa memilih untuk menjadi seperti apapun, tidak apa-apa untuk tidak cantik, tidak apa-apa untuk berbicara soal bisnis, tidak apa-apa untuk berbicara kasar, tidak apa-apa untuk melakukan apapun yang kamu mau, ya selama bertanggung jawab atas tindakan yang kamu lakukan.

untuk masalah penghasilan, saya yakin betul bahwa stigma masyarakat bahwa lelaki menghidupi keluarganya membuat adanya ketimpangan dalam gaji perempuan dan lelaki. Padahal, banyak perempuan yang single namun sudah memiliki anak dan harus menghidupi anak tersebut. Lagi-lagi penilaian ini sudah sangat tidak relevan. Perempuan juga jarang mengajukan kenaikan upah/gaji hal ini yang membuat ketimpangan penghasilan terjadi.

Konstruk sosial yang dibangun di masyarakat sudah salah kaprah sejak awal. Lelaki dibentuk menjadi Provider kehidupan keluarga tunggal, sedangkan perempuan merupakan supporter untuk provider dalam mengelola kehidupan rumah tangga, utamanya mengurus anak, masak, dan kasur. Ini sudah sangat tidak relevan.

Konstruk sosial di atas membuat lelaki arogan dan berpikir bahwa perempuan mahluk lemah yang harus dihidupi oleh lelaki padahal tidak demikian. perempuan masih bisa menghidupi dirinya sendiri kok, perempuan bisa menjadi apapun yang ia mau.

Bagaimana cara perempuan keluar dari pandangan patriarki?
Berhenti bersikap sebagai supporter. ya, perempuan bisa menjadi provider. Perempuan sudah bisa berbisnis, sudah bisa bersikap dengan pendiriannya sendiri, sudah bisa menjadi apapun yang dimau. Lepaslah konstruksi sosial yang melekat pada diri kalian wahai perempuan. Kalian anggun dan menarik dengan caramu sendiri.

Silahkan berdiskusi tentang apapun, agama, kehidupan sosial, kehidupan bisnis, gaji, bisnis, seks, apapun yang ingin kalian bahas. Tidak usah khawatir untuk diintimidasi oleh lelaki atau teman perempuan lainnya yang merasa dirinya berharga dengan mengikuti konstruk sosial yang salah kaprah.

Lelaki berselingkuh, tapi apakah kalian tidak sadar bahwa perempuan juga ada yang bisa berselingkuh. Lantas, apalagi yang kamu takutkan dengan kehidupan romansa yang tidak sempurna. Jangan terlalu terbelenggu dengan konstruk sosial lelaki dan wanita hanya memiliki 1 pasangan seumur hidup mereka. sebagai mahluk biologis, manusia memang memiliki desire untuk melakukan hal tersebut.

Tidak hanya lelaki yang boleh memiliki 4 istri, perempuan juga bisa memiliki 4 brondong sis. persetan dengan moralitas, memang faktanya itu terjadi. Lelaki bisa punya sugar daddy, perempuan bisa punya brondong  tidak ada yang bisa membendung tersebut, manusia mahluk biologi yang memiliki desire juga.

Konstruk Sosial Masyakat masa depan.
melihat fenomena yang sudah terjadi saat ini. Konstruk sosial yang akan terjadi ke depannya adalah hubungan sesama jenis akan menjadi new normal bahkan sudah menjadi new normal, hubungan monogami bukan lagi satu-satunya pilihan dalam kehidupan manusia, Kriminalitas masih relatif, agama menjadi pilihan alternatif bukan sebuah keharusan, Perempuan sama saja dengan lelaki secara sadar bukan tanpa sadar.

Perempuan, saat ini tidak sadar bagaimana kehidupan sosial bisa mereka atur. perempuan masih terbelenggu dengan kontruk sosial. perempuan tidak sadar mereka bisa mendapatkan apa yang mereka mau. Sebenarnya konsep patriarki dan feminisme membuat mereka sadar bahwa perempuan sebenarnya bisa melakukan hal yang sama dengan lelaki. Lantas apalagi yang kalian tunggu? kalian sebenarnya sudah bisa menjadi apapun, apalagi yang kalian protes?

sudah terbukti dari perempuan bisa menjadi presiden, menteri, CEO, dsbnya. bahkan bisa berselingkuh dan membicarakan seksualitas. hanya saja mereka masih kaum minoritas dalam kelompok perempuan. masih banyak perempuan yang terbelenggu kontruk sosial dan tidak bisa menjadi diri mereka sendiri. mereka mengubur diri mereka yang sebenarnya dalam-dalam dan mengeluarkan hal tersebut dalam konsep PATRIARKI dan FEMINIS


Note:
ini adalah buah pikiran penulis, sebagaimana observasi dan pengalaman penulis apabila tidak relevan dengan pengalaman kamu mari kita diskusikan dengan baik.


Referensi:

Sakina, Ade I., and Dessy H. S. A. "Menyoroti Budaya Patriarki di Indonesia." Share Social Work Journal, vol. 7, no. 1, 2017, pp. 71-80.

https://www.idntimes.com/life/women/vita/alasan-budaya-patriarki-masih-ada-di-indonesia/5

https://twitter.com/catchygirl1/status/1259765675402227712

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2681351358790271

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coret-Coret #19 : Jangan tumpuk kesalahan

BAB 1: Jujur Apa yang membuat kita takut untuk mengakui kesalahan? Kesalahan bukan sekadar hasil dari keputusan yang keliru. Ia sering kali merupakan buah dari perjalanan panjang, dari akumulasi pengalaman, nilai, dorongan, dan pilihan yang—dalam banyak kasus—tidak sepenuhnya kita sadari. Kita tidak bangun suatu pagi lalu memutuskan untuk salah. Kesalahan adalah simpang jalan yang kita lewati, terkadang dalam keadaan lelah, bingung, atau terluka. Namun sejak kecil, kita dibiasakan melihat kesalahan sebagai aib. Ketika seorang anak menjatuhkan gelas, ia dimarahi. Ketika nilai ujiannya buruk, ia dibandingkan. Ketika berkata jujur tentang sesuatu yang tidak diharapkan, ia dihukum. Maka tumbuhlah manusia yang mahir menyembunyikan, bukan memperbaiki. Yang terlatih menyalahkan orang lain, bukan bercermin. Yang takut untuk jujur, bahkan pada dirinya sendiri. Dengan mengakui kesalahan, kita tidak menjatuhkan diri—justru kita sedang membangun pondasi untuk bertumbuh. Tidak ada keutuhan tanp...

Bertahan Hidup atau Mati karena memegang prinsip

Halo semua, rasanya sudah lama sekali tidak menulis, hingga kemudian ada suatu peristiwa yang sangat menarik dan juga sedikit menyeramkan. Kejadian tersebut membuat saya berpikir apakah manusia bisa memegang prinsipnya sampai mati atau asalkan gw hidup persetan dengan prinsip. Mungkin secara konseptual kita semua akan berpikir, tentu saya akan memegang prinsip saya sampai mati tidak peduli apa yang akan terjadi bahkan jika itu mengakibatkan kita dibunuh atau terbunuh. Oke jadi untuk menjawab rasa penasaran gw, gw melakukan tweet polling di twitter gw @darus_dc dan mendapatkan 8 votes, yang hasilnya memilih mati sebanyak 25% dan yang memilih hidup 75% Voting ini membuat gw berpikir apakah yang 25% ini benar-benar ingin memilih mati dengan ego mempertahankan prinsipnya? Oke, anggap saja gw menemukan salah satu sampel orang yang menahan prinsipnya dan mendapatkan kematiannya. Kisah nyata, ada di disini :  Oknum PNS Bacok Selingkuhan hingga Tewas di Depan Ayahnya, lalu Bunuh Diri Halam...

Coret-Coret #12: Paradox Dosa

Apa itu dosa? Dosa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai dua arti yaitu " 1.   perbuatan yang melanggar hukum Tuhan atau agama " " 2.  perbuatan salah (seperti terhadap orang tua, adat, negara) " kita sering mendengar bahwa dosa sama dengan neraka. Karena ini kita sangat menghindari apa yang namanya dosa, namun menurut pengertian KBBI dosa itu bisa juga diartikan saat melakukan perbuatan salah dalam perspektif yang belum jelas nilai universalnya, misal.  "salah terhadap orang tua, orang tua memiliki nilai-nilai yang sangat relatif . tidak selalu orang tua "A" akan sama dengan orang tua "B" misal dalam hal menikmati makan malam. orang tua "A" mungkin akan marah jika makan malamnya tidak bersama-sama sementara orang tua "B" apabila sudah jamnya makan malam mau bersama-sama atau tidak yasudah makan saja." kedua hukum adat, Indonesia ini sangat beragam adat dan sukunya sehingga sangat...