Langsung ke konten utama

Postingan

Coret-Coret #17 : Perang atau Egosentris?

 P vs I Latar Belakang Mulai dari bulan Oktober lalu serangan-serangan diluncurkan dan saling berbalas hingga hari ini. Serangan-serangan tersebut membabi buta bahkan sampai ke media sosial. Saya sepertinya tidak perlu menyebutkan identitas kedua negara yang sedang berseteru ini karena topik ini sedang hangat-hangatnya. Jadi gw udah jengah banget sama isu yang bermunculan sehingga gw ngetweet gini. Jujur, gw juga udah kesel banget sama korban-korban yg berjatuhan. Temen-temen gw banyak yang instastory tentang kesedihan mereka kehilangan orang-orang dari kubu seagama, sedangkan kalau dari kubu lawan seagamanya mereka me "mampus-mampus" kan korban Dalam pikiran gw, apa bedanya? mereka sama-sama manusia yang kalo meninggal ada keluarga, teman, kerabat yang bakal kehilangan, bersedih, dan berkabung! Dari situ gw mulai jengah dan mengirim tweet berikut. Diskusi di Tweet Salah satu temen gw ngejawab begini, gw seneng ada yang ngajak diskusi. no hurt feeling ya kalo diskusi sama gw....

Coret-Coret #16 : Patriarki Untuk Lelaki

  Patriarki untuk Laki-laki Saat artikel ini ditulis sedang ramai perbincangan video seorang manager yang melakukan kekerasan kepada anaknya. Belum diketahui pasti penyebab pasti kekerasan itu dilakukan. Tapi saya mencoba membedah ‘ meledak’ nya seorang laki-laki hingga berujung melakukan tindak kekerasan. Seperti yang diketahui seorang laki-laki memang dekat dengan kekerasan sejak kecil anak laki setidaknya pernah melakukan pemukulan maupun dipukul oleh teman sebayanya Kekerasan sudah dekat namun bukan hal yang tidak bisa dikontrol. Hal ini tentu dapat dikontrol dan tentu ada hal yang memantik orang tersebut gagal meredam kekerasan ini. Seperti yang diketahui seorang lelaki pada dunia partriarki dituntut sebagai pemberi nafkah tunggal yang bahkan banyak wanita yang terkesan tidak peduli. “asalkan lelaki itu punya uang dan bisa menghidupi saya, saya akan bersama dengan dia” Namun, tentu tidak semua wanita seperti itu. Kembali ke topik kenapa KDRT bisa terjadi? tentu karena tekanan ...

Bertahan Hidup atau Mati karena memegang prinsip

Halo semua, rasanya sudah lama sekali tidak menulis, hingga kemudian ada suatu peristiwa yang sangat menarik dan juga sedikit menyeramkan. Kejadian tersebut membuat saya berpikir apakah manusia bisa memegang prinsipnya sampai mati atau asalkan gw hidup persetan dengan prinsip. Mungkin secara konseptual kita semua akan berpikir, tentu saya akan memegang prinsip saya sampai mati tidak peduli apa yang akan terjadi bahkan jika itu mengakibatkan kita dibunuh atau terbunuh. Oke jadi untuk menjawab rasa penasaran gw, gw melakukan tweet polling di twitter gw @darus_dc dan mendapatkan 8 votes, yang hasilnya memilih mati sebanyak 25% dan yang memilih hidup 75% Voting ini membuat gw berpikir apakah yang 25% ini benar-benar ingin memilih mati dengan ego mempertahankan prinsipnya? Oke, anggap saja gw menemukan salah satu sampel orang yang menahan prinsipnya dan mendapatkan kematiannya. Kisah nyata, ada di disini :  Oknum PNS Bacok Selingkuhan hingga Tewas di Depan Ayahnya, lalu Bunuh Diri Halam...

Coret-Coret #15 : Sekolah itu relevan!

Sekolah sudah tidak relevan? Masyarakat mulai membicarakan tentang sistem sekolah yang sudah tidak relevan dengan dunia kerja. Dunia kerja yang terus menerus berkembang sedangkan sekolah yang monoton dianggap sudah tidak relevan untuk saat ini. Saya berpendapat lain, sekolah tetap relevan karena sekolah tempat pembentukan pola pikir ilmiah.                 Literasi (kemampuan penyerapan informasi) berawal di sekolah. Kita diajarkan banyak hal untuk dapat mengimplementasikan hal-hal tersebut di dunia nyata yang sebenarnya sangat digunakan. Sekolah tingkat SD sampai dengan SMA memang bukan untuk merelevansikan diri dengan dunia kerja, SMK yang dibentuk untuk relevan dengan dunia kerja lain dengan SMA yang memang masih mengajak muridnya berpikir berbagai kemungkinan yang belum ada. Kemampuan berpikir dan menghubungkan dengan kasus-kasus tertentu merupakan kemampuan yang sulit didapatkan karena dalam teor...

Coret-Coret #14: Patriarki, Perempuan yang masih terbelenggu di dalamnya (21+)

Patriarki Konsep dimana lelaki memiliki peran untuk mengontrol kehidupan sosial manusia. Untuk kalian perempuan yang belum sadar dengan apa yang bisa kalian lakukan di dunia ini. Sebelum membaca lebih jauh, konten tulisan ini bersifat eksplisit. (21+ Content) Mengapa Budaya Patriarki bisa terjadi di kehidupan manusia? Lelaki dirasa lebih unggul dibanding perempuan, padahal faktanya tidak demikian. ada perempuan yang lebih unggul dalam pemikiran, ada perempuan yang lebih unggul dalam ketelitian, ketekunan, dan hasrat. lantas, mengapa selalu lelaki yang menjadi kambing hitam? Perempuan di dunia ini sudah ada yang menjadi presiden, menteri, CEO, dan founder. Namun, mereka masih merasa terbelenggu dengan kata Patriarki. Perempuan seringkali lupa bahwa mereka memiliki kontrol atas diri mereka sendiri, tetapi mereka selalu saja terkontrol oleh lingkungan sosial mereka. Perempuan yang menjadi presiden, menteri, CEO, dsbnya mungkin telah menyadari bahwa mereka memiliki kontrol ...

Coret-coret #13: Bertuhan dan (atau) Beragama

Saya yang hidup di dunia ini sudah mengetahui tentang tuhan, agama, hukum-hukumnya, ketetapannya dan lain sebagainya, seperti seorang believer (pemeluk) agama pada umumnya tentu saya tidak pernah mengetahui kejelasan darimana datangnya tuhan dalam kehidupan manusia, yang saya tahu tuhan itu ada dengan sebutan Allah (karena saya islam) dengan segala aturan dan dogmanya. Seiring berjalannya waktu, saya terus mempertanyakan mengapa bisa ada tuhan di dunia ini, mengapa ada manusia, dan mengapa saya harus hidup dengan paksaan SURGA DAN NERAKA. saya mempertanyakan hal-hal yang mungkin seharusnya tidak pernah saya pertanyakan, namun saya tipikal orang yang harus tau sebab-sebab untuk melakukan sesuatu. Saya sangat percaya hukum sebab-akibat. Saya percaya hukum sebab-akibat maka saya pun percaya apa yang saya lakukan di dunia ini akan dibalas dengan SURGA DAN NERAKA AKAN TETAPI, semakin dalam saya melihat konsep surga dan neraka ini semakin jelas saya melihat ada yang ganjil dalam kon...

Coret-Coret #12: Paradox Dosa

Apa itu dosa? Dosa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai dua arti yaitu " 1.   perbuatan yang melanggar hukum Tuhan atau agama " " 2.  perbuatan salah (seperti terhadap orang tua, adat, negara) " kita sering mendengar bahwa dosa sama dengan neraka. Karena ini kita sangat menghindari apa yang namanya dosa, namun menurut pengertian KBBI dosa itu bisa juga diartikan saat melakukan perbuatan salah dalam perspektif yang belum jelas nilai universalnya, misal.  "salah terhadap orang tua, orang tua memiliki nilai-nilai yang sangat relatif . tidak selalu orang tua "A" akan sama dengan orang tua "B" misal dalam hal menikmati makan malam. orang tua "A" mungkin akan marah jika makan malamnya tidak bersama-sama sementara orang tua "B" apabila sudah jamnya makan malam mau bersama-sama atau tidak yasudah makan saja." kedua hukum adat, Indonesia ini sangat beragam adat dan sukunya sehingga sangat...