Langsung ke konten utama

Postingan

Coret-Coret #15 : Sekolah itu relevan!

Sekolah sudah tidak relevan? Masyarakat mulai membicarakan tentang sistem sekolah yang sudah tidak relevan dengan dunia kerja. Dunia kerja yang terus menerus berkembang sedangkan sekolah yang monoton dianggap sudah tidak relevan untuk saat ini. Saya berpendapat lain, sekolah tetap relevan karena sekolah tempat pembentukan pola pikir ilmiah.                 Literasi (kemampuan penyerapan informasi) berawal di sekolah. Kita diajarkan banyak hal untuk dapat mengimplementasikan hal-hal tersebut di dunia nyata yang sebenarnya sangat digunakan. Sekolah tingkat SD sampai dengan SMA memang bukan untuk merelevansikan diri dengan dunia kerja, SMK yang dibentuk untuk relevan dengan dunia kerja lain dengan SMA yang memang masih mengajak muridnya berpikir berbagai kemungkinan yang belum ada. Kemampuan berpikir dan menghubungkan dengan kasus-kasus tertentu merupakan kemampuan yang sulit didapatkan karena dalam teor...

Coret-Coret #14: Patriarki, Perempuan yang masih terbelenggu di dalamnya (21+)

Patriarki Konsep dimana lelaki memiliki peran untuk mengontrol kehidupan sosial manusia. Untuk kalian perempuan yang belum sadar dengan apa yang bisa kalian lakukan di dunia ini. Sebelum membaca lebih jauh, konten tulisan ini bersifat eksplisit. (21+ Content) Mengapa Budaya Patriarki bisa terjadi di kehidupan manusia? Lelaki dirasa lebih unggul dibanding perempuan, padahal faktanya tidak demikian. ada perempuan yang lebih unggul dalam pemikiran, ada perempuan yang lebih unggul dalam ketelitian, ketekunan, dan hasrat. lantas, mengapa selalu lelaki yang menjadi kambing hitam? Perempuan di dunia ini sudah ada yang menjadi presiden, menteri, CEO, dan founder. Namun, mereka masih merasa terbelenggu dengan kata Patriarki. Perempuan seringkali lupa bahwa mereka memiliki kontrol atas diri mereka sendiri, tetapi mereka selalu saja terkontrol oleh lingkungan sosial mereka. Perempuan yang menjadi presiden, menteri, CEO, dsbnya mungkin telah menyadari bahwa mereka memiliki kontrol ...

Coret-coret #13: Bertuhan dan (atau) Beragama

Saya yang hidup di dunia ini sudah mengetahui tentang tuhan, agama, hukum-hukumnya, ketetapannya dan lain sebagainya, seperti seorang believer (pemeluk) agama pada umumnya tentu saya tidak pernah mengetahui kejelasan darimana datangnya tuhan dalam kehidupan manusia, yang saya tahu tuhan itu ada dengan sebutan Allah (karena saya islam) dengan segala aturan dan dogmanya. Seiring berjalannya waktu, saya terus mempertanyakan mengapa bisa ada tuhan di dunia ini, mengapa ada manusia, dan mengapa saya harus hidup dengan paksaan SURGA DAN NERAKA. saya mempertanyakan hal-hal yang mungkin seharusnya tidak pernah saya pertanyakan, namun saya tipikal orang yang harus tau sebab-sebab untuk melakukan sesuatu. Saya sangat percaya hukum sebab-akibat. Saya percaya hukum sebab-akibat maka saya pun percaya apa yang saya lakukan di dunia ini akan dibalas dengan SURGA DAN NERAKA AKAN TETAPI, semakin dalam saya melihat konsep surga dan neraka ini semakin jelas saya melihat ada yang ganjil dalam kon...

Coret-Coret #12: Paradox Dosa

Apa itu dosa? Dosa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai dua arti yaitu " 1.   perbuatan yang melanggar hukum Tuhan atau agama " " 2.  perbuatan salah (seperti terhadap orang tua, adat, negara) " kita sering mendengar bahwa dosa sama dengan neraka. Karena ini kita sangat menghindari apa yang namanya dosa, namun menurut pengertian KBBI dosa itu bisa juga diartikan saat melakukan perbuatan salah dalam perspektif yang belum jelas nilai universalnya, misal.  "salah terhadap orang tua, orang tua memiliki nilai-nilai yang sangat relatif . tidak selalu orang tua "A" akan sama dengan orang tua "B" misal dalam hal menikmati makan malam. orang tua "A" mungkin akan marah jika makan malamnya tidak bersama-sama sementara orang tua "B" apabila sudah jamnya makan malam mau bersama-sama atau tidak yasudah makan saja." kedua hukum adat, Indonesia ini sangat beragam adat dan sukunya sehingga sangat...

Coret-Coret #11 : Suara Kebebasan

Kita hidup di dunia cuma sekali, yakin mau melewatkan banyak momen penting dan berharga? Apalagi yg menyangkut masalah hati. Oiya, di akhirat hanya ada 2 kemungkinan kita hidup. Dibakar terus menerus atau bermanja ria. Ini membosankan. Lantas dengan terbelenggunya kita nanti di akhirat kita juga terbelenggu oleh dunia. Kita tidak boleh mengungkapkan isi hati kita, benar2 hal yg sangat sia-sia. Menyukai seseorang lawan jenis, kita dilarang mengungkapkannya. Menyukai sesama jenis dikira homo, bahkan emang ada yg homo beneran. Homo pun dilarang. Kita hanya boleh menyukai lalu ta'aruf (prosesnyapun sangat tidak terbuka, karena ada pihak yg mengganggu munculnya kepribadian masing2 pihak) kemudian jika dirasa cocok(cocok dengan kemungkinan bertopeng) menikahi. Lantas, penyesuaian hati bagaimana? Pola dari cinta orang2 berbeda-beda. Maka dari itu tercipta orang yg baik dan yg jahat. Orang yg baikpun sebenarnya jahat, mengapa? Kamu kira org jahat terbentuk karena apa? Coba pikir.. Ya...

Coret-Coret #7

Konteks K eislaman Masa Kini Semalam teman saya berdiskusi kembali tentang masa kejayaan Agama Islam dan kisah walisongo. Dari diskusi tersebut saya menemukan pentingnya ajaran Agama kepada lini kehidupan kita. Sebelum diskusi ini terjadi, ada fenomena yang membuat saya benci sekali dengan ajaran "Islam". Ajaran yang sangat mendiskriminan. Ajaran yg sedikit-sedikit meng kafir kan orang lain yang tidak sepaham dengannya. Saya sama sekali tidak menemukan bahwa Islam adalah agama yang baik. Islam sangat buruk di mata saya. Setelah melihat ajaran-ajaran tersebut. Islam yang mereka percayai adalah Islam yang penuh dengan kebencian. Tidak tenang hidup saya. "Islam" yang mereka sebarkan, menodai agama yang suci dan sakral ini. Merekalah penista sebenarnya. Hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan Allah?  Mereka gunakan standar ngeles. Mereka gunakan ayat dan hadist untuk bisa meloloskan nafsu mereka. Diskusi saya dengan tem...

Coret-Coret #6

POLITIK AGAMA Politik menurut pandangan saya adalah strategi. Melihat sesuatu yang mengguncang habis perhatian publik akhir-akhir ini membuat saya ingin menulis ini. Indonesia masih cocok untuk menggunakan pendekatan agama jika ingin memperoleh dukungan, kuasa tuhan tiada duanya. Saya bahkan anda pasti takut dengan tuhan. benar bukan? Namun, apakah anda melihat ada yang menggunakan T uhan untuk dapat memenangkan sebuah kompetisi. Tuhan dipergunakan. Saya amat murka melihatnya. Saya murka karena Tuhan yang Maha Esa digunakan sebagai alat. Agamapun dibuat sebagai Tuhan. Manusia tidak tahu diri. Mengambil kuasa tuhan dengan mengatakan KAFIR  kepada setiap orang yang memilih pemimpin Gubernur daerah. Bahkan mereka berani sekali mendahului TUHAN dengan me-neraka-kan orang yang mereka katakan KAFIR. Mereka gunakan Firman-Firman Tuhan tidak pada konteksnya. Mereka gunakan sesuka hati. © 2017, Muhammad Darussalam